Pentingnya Eksplorasi dan Karakterisasi pada Tanaman Pisang sehingga Sumber Daya Genetik Tetap Terjaga

Rini Suryani, - Owbel

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya genetik yang beraneka ragam.  Oleh karena itu perlu dilakukan eksplorasi secara besar besaran  supaya plasma nutfah  sejumlah varietas lokal tidak hilang. Tujuan penulisan adalah mengetahui informasi mengenai jenis pisang di Kabupaten Agam, Kendari, dan Aceh Besar serta mengetahui studi kekerabatannya. Metodenya adalah studi pustaka beberapa data kuantitatif di berbagai daerah. Jenis pisang di kabupaten Agam terdapat 20 jenis pisang, di kabupaten Kendari terdapat 12 jenis pisang sedangkan di Kabupaten Aceh Besar terdapat 20 jenis pisang. Di Kabupaten Agam, hubungan  kekerabatan yang paling dekat adalah pisang siraok dan timbaga. Sedangkan yang paling jauh adalah  pisang sirandah tinggi.  Di kabupaten Kendari, hubungan kekerabatan yang paling dekat adalah pisang sereh dan pisang raja. Yang paling jauh pisang timbaga dan tanduk. Di Kabupaten Aceh Besar, hubungan kekerabatan yang paling dekat yaitu pisang klat barat, swasa dan mas aceh, dan paling jauh yaitu  pisang kepok I.   

Keywords

exploration; characterization; banana; genetic resources

Full Text:

PDF

References

Abdellatif, K. F., Hegazy, A. E., Aboshama, H. M., Emara, H. A., dan El-shahed, A. A. 2012. Morphological and molecular characterization of somaclonal variations in tissue culture-derived banana plants. Journal of Genetic Engineering and Biotechnology, 10(1):47–53.

Anggraini, E.2008. Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD), suatu metode analisis DNA dalam menjelaskan berbagai fenomena biologi. Jurnal Comptes Rendus - Biologies: 1(2), 57.

Blandina,B.2019. Identifikasi fenotipe pisang barangan (Musa acuminata Linn.) di Kabupaten Deli Serdang .

Journal of Chemical Information and Modeling, 7(1):1689–1699.

Brown, T. A. 2010. Vectors for gene cloning: Plasmids and Bacteriophages. Gene Cloning dan DNA Analysis. Jurnal An Introduction, (14):13–25.

Crowder,LV.1990. Genetika Tumbuhan.Penerjemah Lilik Kusdiarti.Penerbit.Gadjah MAda University Press.Yokyakarta.

Damayanti,IR.2010.Koleksi plasma nutfah pisang secara ex vitro dan in vitro serta kamansitologi dan analisa keragaman antar karakter berdasarkan penanda fenotipe. Jurnal Ilmiah Faktor Exacta .3(2):145-157.

Fajarwati, M. 2016. Perlukah dibentuk peraturan perundang-undangan mengenai sumber daya genetik? Jurnal Rechts Vinding Online.

Gusman, M. 2010. Konsep Eksplorasi. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Padang. Padang.

Gusmiaty, Restu, M., Asrianny, dan Larekeng, S. H. 2016. Polimorfisme penanda RAPD untuk analisis keragaman genetik Pinusmerkusii di hutan Pendidikan Unhas. Jurnal Natur Indonesia, 16(2): 47–53.

Hakim, L. 2017. Konservasi dan pemanfaatan sumber daya genetik kacang Hijau. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 27(1):16–23.

Hutami, S., Mariska, I., & Supriati, Y. 2016. Peningkatan keragaman genetik tanaman melalui keragaman somaklonal. Jurnal AgroBiogen, 2(1):81.

Hutami, S., Mariska,Idan Supriati,Y.2005. Peningkatan keragaman genetik tanaman melalui keragaman somaklonal lanjutan. Jurnal Agrobiogen. 2(2): 81-88

Sembiring,IMS., Lollie,A., dan Putri.P.2015. Aplikasi Penanda Lima Primer RAPD (Random Amplified Polimorphic DNA) untuk analisis keragaman genetik Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) Sumatera Utara. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9):1689–1699.

Kasrina, dan Zulaikha, A. 2013. Pisang Buah ( Musa Spp ): Keragaman Dan Etnobotaninya Pada Masyarakat Di Desa Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 1(1995): 33–40.

Krismawati, A., dan Sabran, M. 2004. Pengelolaan sumber daya genetik tanaman obat spesifik kalimantan tengah. Buletin plasma nutfah, 12(1):16.

Kumar, P. S., Saravanan, A., Sheeba, N., dan Uma, S. 2019. Structural, functional characterization and physicochemical properties of green banana flour from dessert and plantain bananas (Musa spp.). Jurnal Lwt, 116, 108524.

Lucic,I., Rakonjan., Mataruga,Babic., Ristic dan Drinic.2011. Application of various methods to analyze genetic diversity of austrian pine ( Pinus nigra). Jurnal Genetika 43(3):477-486

Martono,B.2009. Keragaman genetik,heritabilitas dan korelasi antar karakter kuantitatif nilam( Pogostemon sp). Jurnal Littri. 15 (1); 9-14

Megia, R.I. 2005. Musa sebagai Model Genom Hayati .Journal of Biosciences, 12(4): 167–170.

Noverta,A.2018. Inventarisasi dan karakterisasi morfologi tumbuhan buah daro di Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya. Jurnal Agroteknologi Universitas Andalas, 2(1):31–34.

Naipospos.N.,Miftahuddin.M.,dan Sobir,S.2014. Identifikasi morfologi dan marka molekuler terpaut sifat tidak berbunga jantan pada mutan pisang kepok. Jurnal Hortikultura .24(1):23-31.

Oliveira, SAS. 2019. Morpho-anatomy of the inflorescence of Musa × paradisiaca. Brazilian Journal of Pharmacognosy, 29(2): 147–151.

Onguso, J. M., Kahangi, E. M., Ndiritu, D. W., & Mizutani, F.2004. Genetic characterization of cultivated bananas and plantains in Kenya by RAPD markers. Scientia Horticulturae, 99(1): 9–20.

Poerba,YS, dan Imelda,M.2012.analisis kestabilan genetik pisang kepok "Unti Sayang" hasil mikropogasi dengan marka RAPD dan ISSR MArkers. Jurnal Berita Biology, 11(2), 275–282.

Prahardini, PER., Yuniarti, N., dan Krismawati, A. 2016. Karakterisasi Varietas Unggul Pisang Mas Kirana dan Agung Semeru di Kabupaten Lumajang. Buletin Plasma Nutfah, 16(2), 126.

Rahmawati,M.Hayati,E.2013. Plasma nutfah pisang Asal Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Agrista, 17(3), 111–117.

Retnoningsih, A. (2009). Molecular Based Classification and Phylogenetic Analysis of Indonesian Banana Cultivars. Bogor Agriculture University.

Santos, E. A., Souza, M. M., Viana, A. P., Almeida, A. A. F., Freitas, J. C. O., & Lawinscky, P. R. 2011. Multivariate analysis of morphological characteristics of two species of passion flower with ornamental potential and of hybrids between them. Genetics and Molecular Research, 10(4), 2457–2471.

Sariamanah, WOS., Munir, A., dan Agriansyah, A. 2016. Karakterisasi Morfologi Tanaman (Musa paradisiaca L .) Di Kleurahan Tobimeita Kecamatan Abeli Kota Kendari. Jurnal Ampibi, 1(3), 32–41.

Shapcott,A.,Dowe.JL.,dan Ford.H.2009. Lowgenetic diversity and recovery implications of the vulnerable Bankouale palm Livistona carinensis. Journal Conserv Genet.10 (2):317-327.

Sianipar,NF.,Laurent,D.,Purnamaningsih,R., dan Darwati,I.2015. Genetic Variation of the First Generation of Rodent Tuber (Typhonium flagelliforme Lodd.) Mutants Based on RAPD Molecular Markers. HAYATI Journal of Biosciences, 22(2), 98–104.

Simangunsong, A.D., dan Damanhuri, R. 2017. Eksplorasi dan karaktyerisasi pisang mAs di Kabupaten Nganjuk, Mojokerto, Lumajang dan Kediri. Jurnal Produksi TAnaman, 5(3), 363–367.

Sultan, M., Kadekoh, I., dan Sahiri, N. 2016. Pertumbuhan dan hasil dua jenis tanaman Ubi Banggai ( Dioscorea spp ) Pada Jarak Tanam Yang Berbeda. Jurnal Agrotekbis, 4(1), 50–57.

Sumardi,MW.2010. Anatomy and morphology character of five Indonesian banana cultivars (Musa spp.) based on their ploidy level. Biodiversitas, Journal of Biological Diversity, 11(4), 167–175.

Sumarno, N., dan Zuraida, N. 2008. Pengelolaan Plasma Nutfah Tanaman Terintegrasi dengan Program Pemuliaan. Buletin Plasma Nutfah, 14(2), 57.

Suparman. 2012. Markah Molekuler Dalam Identifikasi dan Analisis Kekerabatan Tumbuihan Serta Implikasinya Bagi Mata Kuliah Genetika. (Telaah keilmuan genetika molekuler tumbuhan). Bioedukasi, 1(Vol 1, No 1 (2012)), 59–68.

Suryanto,D.2003.Melihat Keaneka Ragaman Organisme Melalui Beerapa Teknik Genetika Molekuler. USU.Medan.

Thilaga, S., Rahul Nair, R., Rajesh Kannan, M., dan Ganesh, D. 2017. RAPD markers for screening shoot gall maker (Betousa stylophora Swinhoe) tolerant genotypes of amla (Phyllanthus emblica L.). Journal of Genetic Engineering and Biotechnology, 15(2), 323–330.

Wang, Y. H., Cai, G. Z., Wang, M. H., dan Lin, J. H. (2019). Development of automatic and efficient immuno-separator of foodborne pathogenic bacteria using magnetophoresis and magnetic mixing. International Journal of Agricultural and Biological Engineering, 12(5), 167–172.

Wardana, HD. 2002. Pemanfaatan plasma nutfah dalam industri jamu dan kosmetika alami. Buletin Plasma Nutfah 8(2):84-85.

Widyatmoko, A.Y.P.B.C., Lejo, E.S., Prasetyaningsih, A dan Rimbawanto, A. 2010. Keragaman Genetik PopulasiAraucaria cunninghamii Menggunakan Penanda RAPD (Random Ampified Polymorphic DNA). Jurnal Pemuliaan Tanaman 4(2): 63–77.

Yusuf.M. 2008. Metode Eksplorasi, Inventarisasi, Evaluasi dan Konservasi Plasma Nutfah. Pusat Penelitian Bioteknologi institut Pertanian Bogor.

Zobel, B dan Talbert, J. 1984. Applied Forest tree Improvement. Jahn Wiley dan Sons. New York.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.