PENERAPAN KEMAMPUAN BERPIKIR MANTIK DALAM PEMBELAJARAN SAINS
DOI:
https://doi.org/10.37637/dw.v6i2.209Abstract
Dalam pembelajaran sains di sekolah menengah, seperti SMP dan SMA, guru-guru yang mengajar bidang studi tersebut jarang sekali melatih siswa untuk berpikir secara deduktif dan induktif. Berpikir secara deduktif dengan menggunakan belahan otak kiri (BKI) dapat digunakan sebagai sarana abstraksi konsep. Sedangkan, berpikir secara induktif dengan menggunakan belahan otak kanan (BKA) dapat digunakan sebagai sarana konkretisasi konsep. Proses berpikir dengan menggunakan belahan otak kiri (BKI) dan belahan otak kanan (BKA) secara bergantian dalam pembelajaran sains, atau penggabungan proses berpikir secara deduktif dan berpikir secara induktif dalam rangka mencapai belajar bermakna sering dikenal dengan berpikir mantik.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
"Daiwi Widya : Jurnal Pendidikan FKIP Unipas" provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public to supports a greater global exchange of knowledge.
![]()
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License