Pengaruh Curah Hujan terhadap Produksi Ubi Kayu di Indonesia

Agung Budi Santoso, Tavi Supriana, Moral Abadi Girsang

Abstract

Ubi kayu termasuk komoditas tanaman pangan utama sebagai penghasil karbohidrat yang diusahakan di lahan kering. Budidaya di lahan kering mengakibatkan berhubungan langsung dengan perubahan curah hujan. Indonesia memiliki tiga tipe curah hujan yang berbeda; tipe ekuatorial, tipe monsun, dan tipe lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh curah hujan terhadap produksi ubi kayu berdasarkan tipe curah hujan. Lokasi yang dipilih meliputi 7 provinsi yang terdiri dari Provinsi Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tengah sebagai perwakilan tipe curah hujan ekuatorial, Provinsi Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat sebagai perwakilan tipe curah hujan monsun; dan Provinsi Maluku mewakili daerah tipe hujan lokal. Data sekunder yang digunakan meliputi data produksi, luas lahan, dan curah hujan. Data dianalisis menggunakan regresi panel dan uji one way anova. Hasil menunjukkan bahwa curah hujan berpengaruh secara signifikan terhadap produksi ubi kayu di ketiga daerah tipe curah hujan. Rata-rata perubahan curah hujan yang terjadi di wilayah lokal berbeda signifikan dibanding rata-rata perubahan produksi ubi kayu di wilayah tipe hujan monsun dan lokal. Sedangkan rata-rata perubahan produksi ubi kayu di wilayah monsun tidak berbeda nyata dibanding rata-rata perubahan produksi ubi kayu di wilayah ekuatorial. 

Keywords

curah hujan; produksi; ubi kayu

Full Text:

PDF

References

[PUSDATIN]. (2020). Basis Data Statistik Pertanian. Https://Aplikasi2.Pertanian.Go.Id/Bdsp3/ Diakses Tanggal 2 Februari 2020.

Aldrian, E. (2014). Pemahaman Dinamika Iklim di Negara Kepulauan Indonesia Sebagai Modalitas Ketahanan Bangsa. Orasi Pengukuhan Profesor Riset Bidang Meteorologi Dan Klimatologi, November, 1–73.

Archontoulis, S. V, & Miguez, F. E. (2014). Nonlinear Regression Models and Applications in Agricultural Research. https://doi.org/10.2134/agronj2012.0506

Cahyani, A. R., & Suryanto, A. (2018). Pengaturan Waktu Tanam dan Jumlah Bibit Tanaman Padi Gogo Pada Pola Tanam Tumpangsari dengan Ubi Kayu. Jurnal Produksi Tanaman, 6(7), 1219–1226.

Fuadi, N. A., Purwanto, M. Y. J., & Tarigan, S. D. (2016). Kajian Kebutuhan Air dan Produktivitas Air Padi Sawah dengan Sistem Pemberian Air Secara SRI dan Konvensional Menggunakan Irigasi Pipa. Jurnal Irigasi, 11(1), 23. https://doi.org/10.31028/ji.v11.i1.23-32

Gara, N.M.I.; Dwiridal, L.; Nugroho, S. (2019). Analisis karakteristik periode ulang curah hujan dengan metode iwai kadoya untuk wilayah sumatera barat. Pillar of Physics, 12, 47–52. https://doi.org/10.24036/7515171074

Kementan. (2020). Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2020-2024. Kementan.

Maulana, A. R., & Herlina, N. (2020). Hubungan Unsur Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) di Kabupaten Malang. PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science, 5(2), 118–128.

https://doi.org/10.21776/ub.jpt.2020.005.2.3

Muslim, A. (2017). Prospek Ekonomi Ubi Kayu di Indonesia. Universitas Al Azhar Indonesia. https://repository.uai.ac.id/wp-content/uploads/2017/10/Prospek-Ekonomi-Ubi-Kayu-di-Indonesia.pdf

Pakasi, S. (2016). Daya Dukung dan Potensi Lahan untuk Pengembangan Tanaman Pangan di Kawasan Sub-Daerah Aliran Sungai Panasen Kabupaten Minahasa. Agri-SosioEkonomi, 12(2), 383–392. https://doi.org/10.35791/agrsosek.12.2A.2016.13895

Ramandha, M. R., Didin Wiharso, S., & Salam, A. K. (2021). Karakteristik Morfologi dan Beberapa Sifat Kimia Tanah Pada Lahan Pertanaman Ubi Kayu dan Kebun Campuran di Desa Adipuro Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Agrotek Tropika, 9(1), 91–102. https://doi.org/10.23960/jat.v9i1.4793

Redjauw, I., Tukayo, R. K., & Bless, A. E. S. (2022). Kesesuaian Lahan Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas) dan Ubi Kayu (Manihot esculenta) di Daerah Pesisir Pantai Utara Manokwari. Agrotek, 10(1), 44–55. https://doi.org/10.46549/agrotek.v10i1.264

Ritchie, I. (2021). Precipitation Impact on Crop Yield (Vol. 43, Issue 12) [University of Nebraska]. https://digitalcommons.unl.edu/envstudtheses Part

Sundari, T. (2010). Petunjuk Teknis Pengenalan Varietas Unggul dan Teknik Budidaya Ubi kayu. In Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Issue 55, p. 16).

Surmaini, E., & Faqih, A. (2016). Kejadian Iklim Ekstrim dan Dampaknya Terhadap Pertanian Tanaman Pangan di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 10(2), 115–128. https://doi.org/10.2018/jsdl.v10i2.7031

Suwarto, ., Sulistyono, E., & Prastowo, G. (2018). Respons Agronomi Tiga Varietas Ubi Kayu pada Berbagai Tingkat Kadar Air Tanah. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 23(1), 44–51. https://doi.org/10.18343/jipi.23.1.44

Wokanubun, A., Ririhena, R. E., & Wattimena, A. Y. (2020). Potensi Dampak Perubahan Iklim Terhadap Produksi Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) dan Pendapatan Petani di Desa Wain, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Budidaya Pertanian, 16(2), 206–214. https://doi.org/10.30598/jbdp.2020.16.2.206

Yulianto, K. (2016). Agroekologi: Model Pertanian Berkelanjutan Masa Depan. Jurnal Tambora, 1(3), 46–51. https://doi.org/10.36761/jt.v1i3.142

Zepner, L., Karrasch, P., Wiemann, F., & Bernard, L. (2021). ClimateCharts.net–an interactive climate analysis web platform. International Journal of Digital Earth, 14(3), 338–356. https://doi.org/10.1080/17538947.2020.1829112

Refbacks

  • There are currently no refbacks.