Pengaruh Konsentrasi Pupuk Silika dan Umur Transplanting terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah dari Benih True Shallot Seed (TSS)

Ida Retno Moeljani, Yoga Faristiawan, Agus Sulistyono Sulistyono

Abstract

Kendala budidaya bawang merah menggunakan biji sebagai bahan perbanyakan adalah jumlah bibit yang tumbuh setelah transplanting sangat rendah (< 50%) dan memerlukan waktu yang lebih lama karena harus melalui persemaian selama 4-6 Minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian silika dan umur transplanting yang tepat untuk pertumbuhan tanaman dan produksi umbi tanaman bawang merah asal biji (TSS). Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Benih Hortikultura Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dua faktor dengan  tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi silika yang terdiri dari empat taraf yaitu 0 g/l (S0), 10 g/l (S1), 12 g/l (S2), 14 gg/l (S3) dan umur transplanting yang terdiri dari tiga taraf yaitu 4 MSS (T1), 5 MSS (T2), 6 MSS (T3), sehingga terdapat dua belas perlakuan kombinasi. Variabel pengamatan terdiri dari jumlah bibit yang tumbuh (daya tumbuh bibit) di petridish, daya tumbuh di lapangan, indeks vigor, jumlah anakan umbi, berat basah dan berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian silika dengan transplanting, rata-rata umur transplanting terbaik diperoleh pada perlakuan 6 MSS (T3). sedangkan konsentrasi silika berpengaruh nyata hanya pada panjang tanaman, denganhasil rata-rata tertinggi diperoleh perlakuan 12 g/l (S2).

Keywords

silika; TSS; umur transplanting; viabilitas

Full Text:

PDF

References

Afrida, E. (2015). Efektivitas penggunaan pupuk organik A32 dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascolanicumL.) Varietas Brebes. J. Penelitian Bidang Ilmu Penelitian, 3(1), 43–47.

Amrullah, D. S., Sugianta, & Junaedi., A. (2014). Peningkatan produktivitas tanaman padi (Oryza sativa L.) melalui pemberian nano silika. Jurnal Pangan, 23(1), 17–32.

Atman, A. (2021). Teknologi Budidaya Bawang Merah Asal Biji (Shallot Cultivation Technology from True Shallot Seed). Jurnal Sains Agro, 6(1), 11–21. https://doi.org/10.36355/jsa.v6i1.497

Devy, N. F., Setiyani, R., Hardiyanto, & Puspitasari. (2020). Performance of shallot (Allium cepa var. ascalonicum) derived from true seed under a dry condition area. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 458, 12008. https://doi.org/10.1088/1755-1315/458/1/012008

Fajar, M., Gitaningtyas, O. P., Muhtoni, M., & Dhahari, P. (2019). The Estimation of Production Function and Technical Efficiency Shallot Farming. In Jurnal Matematika “MANTIK” (Vol. 5, Issue 1, pp. 50–59). State Islamic University (UIN) of Sunan Ampel. https://doi.org/10.15642/mantik.2019.5.1.50-59

Hantari, D., Purnomo, D., Triharyanto, E., & (2020). The effects of fertilizer composition and gibberellin on flowering and true shallot seed formation of three shallot varieties at the highlands. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 423, 12032. https://doi.org/10.1088/1755-1315/423/1/012032

Hidayatullah, T., Pakpahan, T. E., & Mardiana, E. (2021). Respon Mini Bulb Bawang Merah terhadap Jarak Tanam, Aplikasi Biochar, dan Kascing Pada Tanah Ultisol. AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 24(2), 73–79. https://doi.org/10.30596/agrium.v24i2.6903

Makhziah, Moeljani, I. R., & Santoso, J. (2019). Diseminasi Teknologi True Seed of Shallot dan Umbi Mini Bawang Merah di Karangploso, Malang, Jawa Timur. In Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat (Vol. 5, Issue 3, pp. 165–172). Institut Pertanian Bogor. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.5.3.165-172

Pushpalatha, M., Vaidya, P. H., & Adsul, P. B. (2017). Effect of Graded Levels of Nitrogen and Potassium on Yield and Quality of Sweet Potato (Ipomoea batatas L.). International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences, 6(5), 1689–1696. https://doi.org/10.20546/ijcmas.2017.605.183

Putrasamedja, S., Setiawati, W., Lukman, L., & Hasyim, A. (2016). Penampilan Beberapa Klon Bawang Merah dan Hubungannya dengan Intensitas Serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan. Jurnal Hortikultura, 22(4), 349–359. https://doi.org/10.21082/jhort.v22n4.2012.p349-359

Rosliani, R., Hidayat, I. M., Sulastrini, I., & Hilman, Y. (2016). Dissemination of technology for shallot ( Allium ascalonicum L.) seed production using true shallot seed (TSS) in Indonesia. Acta Horticulturae, 1143, 345–352. https://doi.org/10.17660/ActaHortic.2016.1143.49

Simo, C., Nono, G. V., & Taffouo, V. D. (2017). Evaluation of different sweet potato varieties for growth, quality and yield traits under chemical fertilizer and organic amendments in sandy ferralitic soils. African Journal of Agricultural Research, 12(48), 3379–3388. https://doi.org/10.5897/AJAR2017.12675

Sopha, G. A. (2015). Kajian Pembibitan dan Budidaya Bawang Merah (Allium Ascalonicum L) Melalui Biji Botani (True Shallot Seed). J. Agroland, 17(1), 18–22.

Sugiyanta, M. D., & S.M., D. (2018). Pemberian Pupuk Silika Cair untuk Meningkatkan Pertumbuhan, Hasil, dan Toleransi Kekeringan Padi Sawah. Jurnal Agron., 46(2), 153–160.

Sumarni, N., & Rosliani., R. (2010). Pengaruh naungan plastik transparan, kerapatan tanaman dan dosis N terhadap produksi umbi bibit bawang merah asal biji bawang merah. Jurnal Hortikultura, 20(1), 52–59.

Sumarni, N., Sopha, G. A., & Gaswanto, R. (2012). Perbaikan Pembungaan dan Pembijian Beberapa Varietas Bawang Merah dengan Pemberian Naungan Plastik Transparan dan Aplikasi Asam Giberelat. J. Hort., 22(1), 14–22.

Triharyanto, E., Samanhudi, B. P., & Purnomo, D. (2013). Kajian pembibitan dan budidaya bawang merah (Allium ascalonicum L.) melalui biji botani. Seminar Nasional Fak. Pertanian UNS Surakarta Dalam Rangka Dies Natalis Tahun 2013, 21-23.

Wahyudi, B., & Muljani, S. (2019). Pupuk Multinutrient Berbasis Silika Dari Limbah Geothermal Sludge Dengan Proses Asidifikasi. Jurnal Teknik Kimia, 14(1), 22–27. https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i1.1651

Refbacks

  • There are currently no refbacks.