Evaluasi Kualitas Tanah dan Pengelolaan Lahan Kering di Kecamatan Gerokgak dan Kubutambahan Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia

Made Sri Sumarniasih, Donny Alfred Kembaren, I Wayan Narka, I Nengah Karnata

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Gerokgak yang terletak di bagian barat Kabupaten Buleleng, dan Kecamatan Kubutambahan yang terletak di bagian timur Kabupaten Buleleng. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi perbedaan kualitas tanah, faktor pembatas dan arahan pengelolaan. Metode yang digunakan adalah survei untuk mengetahui karakteristik di lapangan dan pengambilan sampel tanah untuk diuji di laboratorium mengenai sifat fisik tanah (tekstur, kadar air kapasitas lapang, porositas, dan berat volume), sifat kimia tanah (KTK, KB, N-total, K, P-tersedia, C-organik, dan pH), dan sifat biologi tanah (C-biomassa). Berdasarkan hasil penelitian, kualitas tanah di Kecamatan Gerokgak tergolong baik (SLH G2, dan G4) seluas 37.793,00 ha dan kualitas tanah tergolong sedang (SLH G1, G3, G5, G6, G7, G8, G9, G10, dan G11) seluas 39.586,00 ha. Kualitas tanah di Kecamatan Kubutambahan tergolong sedang (SLH KB3, KB4, dan KB7) seluas 47.824,00 ha, dan tergolong buruk (KB1, KB2, KB5, KB6 dan KB8) seluas 50.120,00 ha. Faktor pembatas kualitas tanah di Kecamatan Gerokgak adalah kadar air kapasitas lapang, C-organik, KB, P-tersedia, N-total, C-biomassa, sedangkan di Kecamatan Kubutambahan adalah tekstur, kadar air kapasitas lapang, KTK, KB, N-total, C-biomassa. Pengelolaan lahan yang dilakukan di Kecamatan Gerokgak dan Kubutambahan adalah pemupukan dengan pupuk organik, pupuk urea, dan pembuatan bak penampungan air atau cubang.

Keywords

faktor pembatas; kualitas tanah; pengelolaan lahan

Full Text:

PDF

References

Afandi, F. N., Siswanto, B., & Nuraini, Y. (2015). Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Bahan Organik Terhadap Sifat Kimia Tanah Pada Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Ubi Jalar Di Entisol Ngrangkah Pawon, Kediri. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 2(2), 237–244. https://jtsl.ub.ac.id/index.php/jtsl/article/view/134

Badan Pusat Statistik. (2018). Kecamatan Kubutambahan dalam Angka dan Kecamatan Gerokgak dalam Angka. BadanPusatStatistik.com.

El-Ramady, H. R., Alshaal, T. A., Amer, M., Domokos-Szabolcsy, É., Elhawat, N., Prokisch, J., & Fári, M. (2014). Soil Quality and Plant Nutrition (pp. 345–447). https://doi.org/10.1007/978-3-319-06016-3_11

Hanafiah, K. A. (2014). Dasar Dasar Ilmu Tanah, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta (ID).

Haridjaja, O., Baskoro, D. P. T., & Setianingsih, M. (2013). Perbedaan Nilai Kadar Air Kapasitas Lapang Berdasarkan Metode Alhricks, Drainase Bebas, Dan Pressure Plate Pada Berbagai Tekstur Tanah Dan Hubungannya Dengan Pertumbuhan Bunga Matahari (Helianthus annuus L.). Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 15(2), 52. https://doi.org/10.29244/jitl.15.2.52-59

Imaz, M. J., Virto, I., Bescansa, P., Enrique, A., Fernandez-Ugalde, O., & Karlen, D. L. (2010). Soil quality indicator response to tillage and residue management on semi-arid Mediterranean cropland. Soil and Tillage Research, 107(1), 17–25. https://doi.org/10.1016/j.still.2010.02.003

Juarti, J. (2016). Analisis Indeks Kualitas Tanah Andisol Pada Berbagai Penggunaan Lahan Di Desa Sumber Brantas Kota Batu. Jurnal Pendidikan Geografi, 21(2), 58–71. https://doi.org/10.17977/um017v21i22016p058

Kogoya, T., Dharma, I. P., & Sutedja, I. N. (2018). Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Urea terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Cabut Putih (Amaranthus tricolor L.). E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 7(4), 575–584. https://ojs.unud.ac.id/index.php/JAT575

Kurniawan, S., Utami, S. R., Mukharomah, M., Navarette, I. A., & Prasetya, B. (2019). Land use systems, soil texture, control carbon and nitrogen storages in the forest soil of ub forest, indonesia. Agrivita, 41(3), 416–427. https://doi.org/10.17503/agrivita.v41i3.2236

Lal, R. (1994). Methods And Guidelines for Assessing Sustainable Use of Soil and Water Resources in The Tropics. In Washington : Soil Management Support Service USDA Soil Conservation Service.

Las, I. (1992). Peta agroekologi utama tanaman pangan di Indonesia. Puslitbang Tanaman Pangan, Bogor.

Made, S. S., & Made, A. (2021). Sustainable dryland management strategy in Buleleng Regency of Bali, Indonesia. Journal of Dryland Agriculture, 7(5), 88–95. https://doi.org/10.5897/joda2020.0064

Nurmegawati, N., Wibawa, W., Makruf, E., Sugandi, D., & Rahman, T. (2012). Tingkat kesuburan dan rekomendasi pemupukan N, P, dan K tanah sawah Kabupaten Bengkulu Selatan. Jurnal Solum, 9(2), 61–68.

Penelitian Tanah, B. (2005). Petunjuk teknis analisis kimia tanah, tanaman, air, dan pupuk. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian.

Plaster, E. J. (2003). Soil Science and Management (4th ed). Soil Science.

Sumarniasih, M. S., Ginting, M. H., & Bhayunagiri, I. B. P. (2022). Evaluation and improvement of rice field quality in Seririt District, Buleleng Regency, Bali Province, Indonesia. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 10(1), 3841–3848. https://doi.org/10.15243/jdmlm.2022.101.3841

Wiwik Hartatik, Ladiyani R. Widowati, & Husnain. (2015). Peranan Pupuk Organik dalam Peningkatan Produktivitas Tanah dan Tanaman. Jurnal Sumber Daya Lahan. Jurnal Sumberdaya Lahan, 9, 107–120. https://doi.org/doi.org/10.2018/jsdl.v9i2.6600

Refbacks

  • There are currently no refbacks.