Inventarisasi dan Karakterisasi Morfologi dan Agronomi Tanaman Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) pada Beberapa Sentra Produksi di Pulau Jawa, Indonesia

Henrietto Innosensius Prasetyo, Gede Wijana, Ida Ayu Putri Darmawati

Abstract

Persebaran nanas umumnya sangat berkembang pesat di Indonesia khususnya Pulau Jawa. Pengetahuan dan pemanfaatan hasil di beberapa sentra produksi yang masih minim menyebabkan inventarisasi dan karakterisasi tanaman nanas perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokasi sentra produksi beserta karakter yang terdapat pada suatu varietas nanas dan pemanfaatan hasil tanaman. Informasi tentang keberadaan tanaman nanas ini dapat dilakukan dengan kegiatan inventarisasi. Tahap selanjutnya adalah kegiatan identifikasi. Identifikasi merupakan suatu kegiatan karakterisasi pada suatu tanaman. Kegiatan karakterisasi ini meliputi identifikasi berdasarkan karakter morfologi dan agronomi. Data hasil pengamatan ditabulasi dan ditampilkan dalam bentuk tabel beserta gambar yang dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penghasil buah terbanyak terdapat di empat kabupaten di Pulau Jawa. Tanaman nanas yang ditemukan dibudidayakan secara intensif mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pascapanen. Tanaman nanas yang dibudidayakan di Kabupaten Subang adalah Nanas Subang, Kabupaten Bogor adalah Nanas Gati dan Nanas Kapas, Kabupaten Pemalang adalah Nanas Madu, dan Kabupaten Kediri adalah Nanas Madu dan Pasir Kelud 1. Berdasarkan hasil karakterisasi Tanaman Nanas Subang dan Nanas Pasir Kelud 1 dikategorikan Varietas Cayenne dengan ciri buah besar, rasa manis asam, banyak mengandung air, mata lebar dan daun tidak berduri.  Sementara itu, Nanas Gati, Nanas Kapas, Nanas Madu Pemalang, dan Nanas Madu Kediri dikategorikan Varietas Queen dengan ciri buah kecil, rasa manis, sedikit air, mata menonjol, dan daun berduri. Selain dijual dan dikonsumsi dalam bentuk segar, buah nanas juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan olahan seperti keripik nanas, manisan, wajik, dan dodol. 

Keywords

inventarisasi; karakterisasi; tanaman nanas; Pulau Jawa

Full Text:

PDF

References

BPS. (2017). Statistik Tanaman Buah‐buahan dan Sayuran Tahunan Indonesia 2017. /Www.Bps.Go.Id/. Diakses Pada Tanggal 5 Oktober 2018.

Dwiastari, K. Y., Susrusa, K. B., & Artini, N. W. P. (2019). Analisis Preferensi Konsumen terhadap Buah Jeruk Impor dan Buah Jeruk Lokal di Kota Denpasar, Bali. Jurnal Agribisnis Dan Agrowisata, 8(3), 391–400.

Erlita, Y. (2017). Pengolahan Limbah Kulit Nanas Sebagai Pakan Alternatif Pada Ternak Rumansia. Portal Resmi Provinsi Sumatera Barat.

Fani, D. M. H. (2018). Analisis Efisiensi Pemasaran dan Nilai Tambah Komoditas Nanas Madu di Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Institut Pertanian Bogor.

Hadiati, S. (2003). Pendugaan Jarak Genetik dan Hubungan Kekerabatan Nanas Berdasarkan Analisis Isozim. Jurnal Hortikultura, 13(2), 87–94.

Nugraheni. (2016). Sehat tanpa obat dengan nanas- seri apotek dapur. Penerbit Andi.

Oktaviana, Mely Angela, & Linda, M. R. (2015). Pertumbuhan Tunas Mahkota Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) Secara In Vitro Dengan Penambahan Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicumL.) Dan Benzyl Amino Purin (BAP). Jurnal Protobiont, 4(3).

Penata. (2019). Nanas Madu Jadi Primadona. Https://Dispertan.Pemalangkab.Go.Id/Index.Php/2019/08/23/Nanas-Madu-Jadi-Primadona/. Diakses Pada Tanggal 21 Desember 2022.

Prasetyo, H. I. (2021). Identifikasi Tanaman Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) di Daerah Bali Dalam Upaya Pengembangannya. (Unpublished). Jurnal Agrotrop, 11(2).

Prasetyo, H. I., Wijana, G., & Pradnyawathi, N. L. M. (2023). Identifikasi dan Karakterisasi Tanaman Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) di Daerah Bali dalam Upaya Pengembangannya. Agrotrop : Journal on Agriculture Science, 13(1), 113. https://doi.org/10.24843/AJoAS.2023.v13.i01.p10

Pratama, B. S., Wijana, S., & Febriyanto, A. (2013). Studi Pembuatan Sirup Tamarillo (Kajian Perbandingan Buah dan Konsentrasi Gula). Jurnal Industria, 1(3), 181–194.

Putra, I. S. P. (2020). Perancangan Produk Kemasan Alam Sari. Universitas Komputer Indonesia.

Santoso, H. B. (2010). Budidaya Tanaman Nanas. PT Penebar Swadaya.

Siagian, N. U. A., Rahim, A., Baharuddin, B., & Ifall, I. (2019). Pengaruh Penambahan Carboxy Methylcellulose dan Waktu Pemasakan Terhadap Mutu Selai Nanas. Ziraa’ah Majalah Ilmiah Pertanian , 44(2), 121–133.

Widiyanto, N. A., Adhi, A. K., & Daryanto, H. K. (2016). Atribut-Atribut Yang Mempengaruhi Sikap Dan Preferensi Konsumen Dalam Membeli Buah Apel Di Kota Surabaya Dan Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. In Jur. Ilm. Kel. & Kons (Vol. 9, Issue 2). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24156/jikk.2016.9.2

Yowandita, R. (2018). Pembuatan Jelly Drink Nanas (Ananas Comosus L) Kajian Tingkat Kematangan Buah Nanas Dan Konsentrasi Penambahan Karagenan Terhadap Sifat Fisik, Kimia Dan Organoleptik. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 6(2).

Refbacks

  • There are currently no refbacks.