MOTIVASI, LINGKUNGAN KERJA, DAN KINERJA PEGAWAI RUMAH SAKIT UMUM SHANTI GRAHA SERIRIT

I Nyoman Suandana

Abstract

Rumah sakit merupakan integral dari keseluruhan sistem pelayanan kesehatan yang melayani pasien dengan berbagai jenis pelayanan. Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, diperlukan sumber daya yang berkualitas sehingga dapat menghasilkan out put yang maksimal, sehingga sumber daya manusia dipandang sebagai asset rumah sakit, bahkan merupakan investasi rumah sakit apabila tenaga tersebut merupakan tenaga yang terampil. Mengingat persaingan di sektor pelayanan kesehatan yang terus meningkat dengan tuntutan peningkatan kualitas pelayanan maka dibutuhkan pegawai dengan kinerja yang baik. Berdasarkan hasil data absensi Rumah Sakit Umum Shanti Graha Seririt tahun 2017 ditemukan tingkat absensi pegawai tergolong tinggi dengan rata- rata absensi 8,41%. Tingkat absensi yang dipandang baik berkisar 2%-3%. Hal ini merupakan salah satu indikasi bahwa Rumah Sakit Umum Shanti Graha Seririt terdapat masalah mengenai menurunnya tingkat kehadiran kerja pegawai dalam melaksanakan tugas kesehariannya. Persoalan inilah yang menarik diteliti untuk membuktikan asumsi-asumsi bahwa faktor motivasi dan lingkungan kerja akan memengaruhi kinerja pegawai Rumah Sakit Umum Shanti Graha Seririt Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan kuisioner. Pengolahan data dibantu dengan program SPSS versi 17.0 untuk mencari Analisis Regresi Linier Berganda, Analisis Korelasi Berganda, Uji Determinasi Uji-t, Uji-F dan uji dominan. Hasil analisis regresi berganda diperoleh model persamaan garis Y= 10,064 +0,551X1+0,173X2. Hasil analisis korelasi berganda diperoleh R sebesar 0,794. Nilai determinasi 63%. Uji t-test diperoleh hasil untuk variabel motivasi kerja berpengaruh signifikan tetapi variabel lingkungan kerja berpengaruh tidak signifikan serta F-Tes diperoleh hasil yang signifikan. Hasil uji dominan diperoleh motivasi kerja yang berpengaruh lebih dominan terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa 1) variabel motivasi kerja secara parsial mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai di Rumah Sakit Umum Shanti Graha Seririt, sedangkan variabel lingkungan kerja tidak berpengaruh secara signifikan, 2) variabel motivasi kerja dan lingkungan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Rumah Sakit Umum Shanti Graha Seririt. 3) Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja pegawai adalah variabel motivasi kerja. Saran yang dapat disampaikan peneliti untuk meningkatkan lingkungan kerja yang nyaman perlu kesadaran pegawai karena merupakan suatu kewajiban dalam peningkatan kinerja. Motivasi kerja sebaiknya ditingkatkan demi meningkatnya kinerja pegawai di Rumah Sakit Umum Shanti Graha Seririt selain faktor kedisiplinan, fasilitas kerja yang tidak diteliti

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.