PEMANFAATAN RAPOR PENDIDIKAN DALAM PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN BERBASIS DATA PADA SMA NEGERI 1 BUSUNGBIU KABUPATEN BULELENG
Abstract
Penggunaan Rapor Pendidikan sebagai instrumen utama dalam Perencanaan Berbasis Data dan penyusunan anggaran merupakan kewajiban dalam implementasi Merdeka Belajar untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Menurut Redana dan Suprapta (2023), Kurikulum Merdeka pada dasarnya didesain untuk menyerahkan kembali wewenang penuh kepada pihak sekolah serta pemerintah daerah dalam menyelenggarakan dan mengatur sistem pendidikan yang relevan dengan karakteristik daerah masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Rapor Pendidikan dalam Perencanaan dan penganggaran berbasis data, serta mengidentifikasi kendala dalam pemanfataan Rapor Pendidikan di SMA Negeri 1 Busungbiu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif secara deskriftif. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan purposive sampling, dan studi dokumen terhadap Rapor Pendidikan 2025 dan dokumen perencanaan sekolah. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman 1994 dan uji validitas data dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan siklus Identifikasi Refleksi dan Benahi dalam pemanfaatan Rapor Pendidikan, mampu menggeser paradigma perencaanan dari pendekatan struktural administratif menuju evidence-based planning. Pemanfaatan rapor Pendidikan mentrasformasi pendekatan penganggaran line-item menjadi program Planning, Programming, Budgeting System (PPBS) dan Performances-Based Budgeting (PBB), dimana setiap program yang dialokasikan dalam RKAS mengacu pada rekomendasi indikator Rapor Pendidikan. Namun dalam implentasi pemanfaatan Rapor pendidikan ditemukan kendala oleh rendahnya literasi data pedagogis, beban administratif yang masif, orientasi kegiatan jangka pendek, serta rigiditas teknis platform Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS). Efektivitas PBD bergantung pada penguatan kepemimpinan instruksional, pengembangan literasi dan deliberasi data, penyederhanan beban administratif. Penelitian ini merekomendasikan institusionalisasi forum refleksi berkala, peningkatan kompetensi literasi data tenaga pendidik.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.









