TRANSFORMASI PEMBELAJARAN: INTEGRASI MODEL KOOPERATIF LEARNING DENGAN DISKUSI KELOMPOK UNTUK MEWUJUDKAN DEEP LEARNING DALAM KURIKULUM MERDEKA

Gede Sutastra Yasa

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia menuntut transformasi pedagogis yang berfokus pada pembelajaran berpusat pada murid, fleksibilitas instruksional, dan pencapaian kompetensi mendalam (deep learning). Tantangan utama dalam mencapai deep learning adalah bagaimana menggeser proses belajar dari sekadar transfer pengetahuan menjadi pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi model Kooperatif Learning dengan metode diskusi kelompok sebagai solusi strategis untuk mewujudkan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna. Melalui studi literatur, dikaji hubungan antara sintaks model kooperatif—seperti pembentukan kelompok heterogen dan refleksi—dengan efektivitas diskusi dalam memperkuat pemahaman konseptual dan keterampilan sosial siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa sinergi ini selaras dengan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, khususnya dalam memfasilitasi peran guru sebagai fasilitator yang menuntun kebebasan berkreasi murid. Penggunaan asesmen formatif berbasis observasi proses dan portofolio kelompok teridentifikasi sebagai instrumen paling cocok untuk memantau perkembangan kompetensi secara real-time. Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun menghadapi tantangan manajemen waktu dan sarana, integrasi model ini berpotensi besar meningkatkan kualitas capaian pembelajaran dan keterampilan berpikir mendalam siswa di era Kurikulum Merdeka.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.