EVALUASI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN MODEL CIPP DI SMA NEGERI 2 SINGARAJA

Gede Danu Setiawan

Abstract

Pelayanan Bimbingan dan Konseling memfasilitasi pengembangan
peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai
dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta
peluang-peluang yang dimiliki. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner CIPP yang disesuai dengan aspek-aspek yang akan di evaluasi. Responden yang digunakan adalah kepala sekolah, wakasek, guru bidang studi, guru bimbingan dan konseling serta siswa. Berdasarkan dari arah T-Skor yang diperoleh dari masing-masing aspek maka ditranspormasi kedalam Kuadaran Glickman sehingga evaluasi berbasis CIPP pada responden guru dan siswa berada pada tingkatakan Sangat Efektif (SE). Pada evaluasi program BK di SMA
Negeri 2 Singaraja berbasis CIPP juga menentukan tingkat kesenjangan program BK yang dilaksanakan untuk lebih jelas meilhat tingkat keefektifan program BK yang telah dilajankan. Untuk melihat
tingkat kesenjangan tersebut menggunakan Kriteria Discrepansi yaitu didapatkan bahwa Kriteria Discrepansi pada Data Siswa Aspek Konteks menunjukan nilai 13,34% dengan kategori Diskripansi Sangat
Kecil, Aspek Input menunjukan nilai 13,26% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil, dan Aspek Proses dengan nilai 13,27% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil. Sedangkan pada data guru
pada Aspek Konteks didapatkan nilai 12,06% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil,Aspek Input dengan nilai 9,85% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil, Aspek Proses dengan nilai 14,42% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil, dan pada Aspek Produk mendapatkan nilai 12,03% dengan kategori Diskripansi Sangat Kecil
dengan melihat tingkat kesenjangan yang kecil ini berarti bahwa tingkat kefektifan program BK di SMA Negeri 2 Singaraja sangatlah efektif.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.