PENANGGULANGAN TINDAK KEKERASAN SISWA MELALUI PENANAMAN NILAI-NILAI YANG TERSELIP PADA KONSEP TRI KAYA PARISUDHA
DOI:
https://doi.org/10.37637/dw.v6i1.198Abstract
Tindak kekerasan siswa bisa saja terjadi pada setiap sekolah menengah, bilamana ada niat dan kesempatan dari pihak pelaku. Untuk menanggulangi niat siswa melakukan tindak kekerasan di sekolah menengah dapat dilakukan melalui pengomunikasian konsep tri kaya parisudha secara berkelanjutan pada setiap bidang studi yang diajarkan. Makin sering konsep tri kaya parisudha, termasuk dimensi dan nilai-nilai yang terselip di dalamnya dikomunikasikan, maka konsep tersebut akan menjadi bagian dari diri siswa yang harus diimplementasikan. Bila nilainilai yang terselip pada konsep tri kaya parisudha menjadi bagian dari diri siswa dan harus dimplementasikan, maka dapat menjadikan siswa tidak berniat untuk melakukan tindak kekerasan. Nilai-nilai yang terkandung dalam konsep tri kaya parisudha sering dikenal dengan istilah karma patha. Adapun cakupan dari karma patha adalah: (1) tidak menginginkan milik orang lain, (2) tidak berpikir buruk terhadap orang lain, dan (3) tidak mengingkari hukum karmaphala (tiga hal yang menjadi cakupan manacika parisudha), (4) tidak berkata jahat (ujar ahala), (5) tidak berkata kasar (ujar aprgas), (6) tidak memfitnah (raja pisuna), dan (7) tidak mengeluarkan kata-kata yang mengandung kebohongan (empat hal yang menjadi cakupan wacika parisudha), (8) tidak menyakiti atau membunuh (ahimsa), (9) tidak mencuri, dan (10) tidak berzinah (tiga hal yang menjadi cakupan kayika parisudha).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
"Daiwi Widya : Jurnal Pendidikan FKIP Unipas" provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public to supports a greater global exchange of knowledge.
![]()
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License